Ritoma_naoki's

Belajar Dari Semut

Posted by: ritoma on: December 7, 2010


Do you know?

Ikan piranha ternyata bukan hewan paling ganas dari  Amazon?

And Do you know? kalau pemburu terkuat dan terganas di Belantara Amazon ternyata adalah legioner; sekelompok semut buta yang selalu hidup berkelompok dan melewatkan hari-harinya dengan berjalan di tanah hutan. Legioner yang berarti “pasukan tersembunyi”, terkenal ganas karena akan melibas semua mangsa yang ditemuinya. Karena buta, untuk bisa tetap eksis dan survive, semut ini harus selalu hidup berkelompok dan bergerak bersama-sama dengan menggunakan indra penciuman yang tajam. Kondisi ini menuntut adanya kerjasama antar satu sama lain terjalin dengan baik, sehingga kelompok mereka tersusun rapi dan kuat. Legioner hanyalah satu dari sekitar 12.000 spesies semut yang diciptakan Allah di muka bumi.

Semut merupakan salah satu jenis binatang yang digambarkan Allah dalam Al Qur’an dan diistimewakan menjadi nama salah satu surat, yaitu surat ke-27: An-Naml. Secara khusus Allah menceritakan komunitas semut ini dalam hubungannya dengan kisah Nabi Sulaeman. Dalam surat An-Naml ayat 18-19 Allah berfirman, “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaeman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” Ayat ini kemudian dilanjutkan dengan do’a Nabi Sulaeman ketika menyaksikan fenomena tersebut. “Maka Sulaeman tersenyum karena mendengar perkataan semut itu seraya berdo’a: “Ya Tuhanku, berilah aku kesadaran untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku serta untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

Secara filisofis, penggambaran suatu jenis binatang dalam Al-Qur’an menyiratkan adanya sifat-sifat khusus dari binatang tersebut yang dapat ditiru dan dijadikan pelajaran oleh manusia. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 26, “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebh rendah dari itu..

Dari surat An-Naml tadi Allah menyiratkan secara tidak langsung agar mengembil pelajaran dari kehidupan semut. Ada tiga karakter yang menonjol dalam kehidupan semut, yaitu adanya spesialisasi, struktur organisasi yang rapi, dan adanya sistem komunikasi.

Semut merupakan serangga polimorf, yaitu hewan berkoloni yang terdiri atas golongan-golongan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk menjalankan kehidupan koloninya. Setidaknya ada tiga golongan dalam setiap koloni semut, yaitu ratu semut, semut pejantan dan semut pekerja. Ratu semut merupakan semut terbesar dalam koloni yang bertugas untuk menghasilkan banyak telur, dan ia memiliki sayap yang akan dilepaskan setelah penerbangan perkawinan.

Semut jantan adalah golongan yang hanya bertugas untuk mengawini ratu dan setelah itu mati. Sedangkan semut pekerja merupakan bagian terbanyak dalam koloni yang bertugas menjaga telur, merawat larva, membuat sarang, mencari makan dan menjaga sarang dari bahaya.

Adanya spesialisasi pekerjaan ini memungkinkan mereka hidup tanpa masalah dalam koloni, karena setiap individu memiliki kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini pada akhirnya melahirkan satu organisasi yang terstruktur rapi, yang berlandaskan kebersamaan, disiplin, tanggung jawab dan lebih utamanya kemaslahatan kelompok daripada kepentingan individu. Karakter ini kemudian menjadi ciri komunitas semut. Karena organisasi yang rapi inilah legioner semut yang buta mampu bertahan bahkan menjadi pembunuh yang menakutkan di hutan Amazon.

Hal penting lainnya dalam kehidupan semut adalah mereka mempunyai sistem komunikasi yang canggih. Kehidupan sosialnya yang teratur sangat dipengaruhi oleh jalinan mekanisme reaksi terhadap rangsangan komunikasi yang bermacam-macam. Komunikasi ini dilakukan dalam bentuk bahasa kimia, bahasa sentuh antena dan bahasa suara.

Melalui tiga macam bahasa tadi, setiap semut dapat saling berkomunikasi dalam setiap kesempatan, termasuk ketika menyampaikan adanya tanda bahaya jika koloni mereka terancam. Kisah pada ayat 18 di atas memperlihatkan kepada kita, bagaimana setiap individu saling mengkomunikasikan pesan untuk menyelamatkan diri dari injakan Nabi Sulaiman dan tentaranya.

Terdapat banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan semut. Pertama, untuk meraih suatu tujuan bersama diperlukan adanya sistem organisasi yang handal, sehingga potensi setiap individu dapat termanfaatkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Kedua, sebuah organisasi dapat eksis dan terpola dengan baik apabila setiap elemen dari organisasi tersebut memiliki tugas yang jelas sesuai dengan kemampuannya, yang dilandasi oleh rasa tanggung jawab, rasa memiliki, disiplin, dan tidak egois.

Ketiga, dalam sebuah organisasi perlu adanya jalinan komunikasi yang baik yang dapat menjadi sebuah ikatan untuk mempersatukan dan menghubungkan setiap elemen.

Karakteristik-karakteristik di atas merupakan syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan, khususnya dalam organisasi. Firman Allah, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, bagai suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash-Shaff: 4).

 

Advertisement
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter

Arsip

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.