” hmm saya buat tambahan untuk tulisan ini, sebenarnya lebih ke ngedit…begini ceritanya…Kemarin saya bertemu dengan teman yg merekomendasikan untuk nonton Dark Knight, saya menanyakan apa dia sudah melihat review yg saya buat. dia lalu bilang, sudah, dan bagus kecuali judulnya…
“judulnya yang kamu tulis salah, bukan ‘malam’ tapi ‘Kesatria’” , ya saya tahu judulnya memang Kesatria Kegelapan so? lalu dia bilang bahwa tidak ada huruf K di depan Night nya… pas sy liat lagi, o my, ya Allah bagaimana bisa kelewat gt nulisnya,
padahal dah beberapa kali di edit, mungkin karena terlalu excited dan karena Knight dan Night punya pengucapan yang mirip. well, begitulah… satu kelemahan saya “kurang teliti” gak bakat jadi editor, makanya saya buat tulisan ini just to remind me untuk belajar lebih mengamati tidak hanya melihat ^_^. saya hanya edit judulnya jd kalau masih menemukan kata Night dlm tulisannya…harap dimaklum…Gracias Nan!! 

Sudah lama sekali ingin posting tentang The Dark Night, film Hero terbaik yang pernah saya lihat..sebelum ada sekuelnya lagi kali ya..^_^
Pertama denger dari temen, sekitar 2 minggu yang lalu, beberapa hari habis nonton Hancock, well tidak terlalu excited karena bukan salah satu penggemar dari Batman, apalagi setelah nonton Batman and Robin yang Cuma tebar pesona. Film jadul alias jaman dulu batman yang saya suka adalah Batman Forever yang di perankan oleh Val Kilmer, lalu baru deh suka pas Batman Begins, tapi kemudian teman saya yang lain mengatakan filmnya bagus banget so akhirnya penasaran dan nonton.
And you know? 4 thumbs up!!, For the story, the cast and for everything..
I was totally, 100% blown away like nothing I’ve ever seen in a comic based movie before, melebihi Spiderman 3.
ok saya ceritakan sedikit ya..harus nonton sendiri soalnya, biar seru ok ^_^v
Berbeda dengan spiderman atau Superman, Batman hanyalah manusia biasa, yang tidak punya kekuatan super, tapi dia terpanggil hatinya untuk mengggunakan segala kemampuan yang dia miliki untuk selalu berjuang demi kebenaran dan melawan kejahatan.
The synopsis
Film dibuka dengan aksi perampokan bank milik mafia, yang dirancang dengan sangat rapi oleh Joker, the real villain of this movie. Opening yang seru..
Dalam film ini, Batman, Lt. Gordon dan Jaksa Wilayah yang sangat idealis plus orang yang menjadi kekasih dari orang yang dicintai oleh Batman (Rachel), yaitu Harvey Dent bekerjasama untuk menumpas seluruh kawanan mafia yang menyimpan jutaan dolar uang haram mereka di berbagai Bank. Namun tidak hanya berhadapan dengan mafia mereka bertiga pun harus berhadapan dengan psikopat bernama Joker, penjahat paling gila, licik dan jahat yang pernah saya lihat dalam film superhero. Penjahat yang hanya ingin memperoleh kesenangan…
“This town needs a better class of criminal”-Joker
“I’m an agent of chaos” –Joker
Tantangan terbesar adalah ketika Joker mengumumkan akan membunuh orang satu per satu jika Batman tidak muncul dan menunjukkan jati dirinya ke publik. Pilihan sulit yang harus diambil batman, 5 orang sudah menjadi korban dan ternyata Joker adalah musuh yang sulit dikalahkan. Saya kagum juga dengan kepintarannya, tanpa kekuatan super atau peralatan canggih Joker bisa dengan santai mempermainkan kepolisian Gotham City bahkan Batman sendiri.
Yang menjadi menarik dari ceritanya adalah Joker tidak mengejar uang, dia punya obsesi lain. Pembuktian tentang titik kesanggupan manusia, pembuktian antara kebaikan dan kejahatan. Obsesi Joker inilah yang membuat ending film ini menjadi tak terduga.
“I took Gotham’s white knight, and lowered him to our level. It wasn’t hard. Y’see, madness, as you know, is like gravity. All it takes is a little…push.” – Joker
Apakah Joker berhasil dikalahkan?, apakah kebaikan masih tetap menang?, apakah Batman masih menjadi pahlawan Gotham?
Yup silahkan nonton ^_^
The Crew
Masih disutradarai oleh Christopher Nolan, sutradara yang sama dalam The Prestige. C. Nolan merupakan sutradara yang khas dalam film2 “kelam” dan film yang bertema “mind game”, termasuk dalam The Dark night. Selain sebagai sutradara Nolan juga menjadi penulis naskahnya. Seperti judulnya, Batman kali ini memang lebih Kelam dari sebelumnya…
The script was fantastic! Film ini tidak hanya menampilkan adegan perkelahian, kejar2an atau pamer gadget2 canggih dan visual effect yang fantastis tapi merupakan film dengan alur cerita yang tak terduga, penuh dengan intrik. Dialog2 yang singkat tapi begitu mendalam, penuh dengan pernyataan2 filosofi.
Speaking cinematography! Pengambilan gambar yang “tepat” walaupun dengan pergerakan kamera yang cepat, namun editing yang bagus membuat setiap adegan bisa menyatu. Kombinasi dari directing, editing dipadu dengan scoring yang mengisi film membuatnya berhasil menyampaikan elemen dari semua adegan, dan bisa mengkomunikasikan antara adegan dan emosi yang dirasakan tiap karakter kepada penonton.
O ya satu lagi kerennya, dalam film ini Nolan menyatukan dua karakter Villain yaitu Joker dan Two face dengan cara yang tidak terduga.
The Cast
Christian Bale (Bruce Wayne / Batman), Heath Ledger (The Joker), Aaron Eckhart (Harvey Dent / Two-Face), Michael Caine (Alfred Pennyworth), Maggie Gyllenhaal (Rachel Dawes), Gary Oldman (Lt. James Gordon), Morgan Freeman (Lucius Fox), Cillian Murphy (Scarecrow), Chin Han (Lau).
Dari nama yang berderet diatas saja kita bisa melihat, sebuah jaminan tentang film yang bagus. Outstanding performances by all the cast. Semua character begitu kuat dan memiliki peran yang penting dan begitu mengalir secara alami sesuai dengan perannya masing2.
Karakter favorit saya adalah Alfred, terutama semenjak di Batman Begins, orang yang selalu mendampingi Bruce, bisa dikatakan orang terdekat yang dimiliki Batman. Kali ini diperankan oleh 2 kali peraih Oscar Michael Caine.

Alfred mencintai baik Bruce dan Batman seperti anaknya sendiri. Saya paling suka caranya dalam memberikan pandangannya terhadap pilihan2 yang diambil Batman. Walaupun saya agak kaget ketika dia memutuskan membakar surat yang dititipkan oleh Rachel untuk Batman. Adegan yang sangat menyentuh. Hmm surat apa? He he ntar liat aja di filmnya ok..
“Endure, Master Wayne. Take it. They’ll hate you for it. But that’s the point of Batman, he can be the outcast. He can make the choice that no one else can make, the right choice.” –Alfred
Satu kalimat Alfred yang begitu menyentuh saya adalah
“ kenapa kita terjatuh, agar kita belajar untuk bangkit”-Alfred (Batman Begins)
Satu lagi adalah Lt.Gordon, sebenarnya lebih ke Gary Oldman-nya, aktor watak ini biasanya bermain sebagai the bad guy, tapi kali ini berbeda. Akting yang berbeda dibanding ketika menjadi Egor Korshunov dalam Air Force One (1997), atau pas jadi Dracula di Bram Stoker’s Dracula (1992), pasti juga gak akan nyangka dia adalah Sirius Black di Harry Potter, saya aja kaget…^_^. pemain watak, yang selalu total kalau akting.

Tapi karakter yang menjadi perbincangan hangat seputar film ini justru malah sang penjahat yaitu The Joker. Yup he is the true star actualy. Diperankan dengan luar biasa oleh Heath Ledger. Liat deh bedanya sama pas main di A Knight’s Tale


Bagi yang mengenal peran Ledger di film2 sebelumnya pasti merasakan sensasi yang benar-benar berbeda, Ledger yang biasa tampil dengan karakter “sweet face” sekarang menjadi seorang penjahat psikopat. Kalau saya tidak tahu siapa yang memerankan Joker, saya mungkin tidak bisa mengenalinya sebagai Ledger, tidak hanya karena make up yang tebal tapi dari caranya bicara, berjalan bahkan dari tatapan matanya. Outstanding! Acting Ledger ini memang jadi buah bibir, selain karena kematiannya yang tragis Januari 2008.
“Heath Ledger deserves an oscar nomination for his performance as the joker…”
merupakan salah satu komentar dari review yang saya dapatkan. Ledger sendiri pernah mendapatkan nominasi Oscar untuk perannya di Brokeback Mountain (2007).
Favorite scene
- Waktu Batman nyulik Lau dari Hongkong
- Adegan di kapal fery
- Waktu Alfred membakar surat Rachel dan
- Pas ending filmnya…
Minus?
Well, kalau ditanya apa kekurangan film ini, agak bingung juga. Soalnya sampai sekarang saja saya masih amazed banget. Tapi ada beberapa scene dan karakter yang agak janggal si, yaitu kehadiran Scarecrow, karakter yang muncul pertama kali di Batman Begins, gak terlalu nyambung dengan cerita dan tidak signifikan terhadap alur cerita.
Terus kalau dari review yang saya baca, katanya kelamaan, 2 jam lebih, tapi hmm sepertinya tidak berpengaruh karena kita akan merasa waktu berlalu begitu cepat karena exiciting banget.
The value
Film ini bertabur pertanyaan dan pernyataan filosofis…
Dark Night VS White Night
Seperti apakah pahlawan yang dibutuhkan saat ini. Atau dengan cara seperti apakah kita menegakkan kebenaran? Apakah dengan cara masuk ke sistem? memerangi kejahatan dengan terang-terangan seperti apa yang dilakukan Harvey Dent dan Lt. Gordon. Bagaimana jika sistem itu ternyata telah menjadi poros kejahatan, terkotori oleh korupsi dan penghianatan, masihkan kita mempercayai sistem yang seperti itu?. Ketika hukum tidak bisa lagi ditegakkan haruskah ada Pahlawan Kegelapan (Dark Night)? yang berdiri diluar hukum, atas nama menegakkan kebenaran dan keadilan bersembunyi di balik topeng memberantas kejahatan dengan caranya sendiri.
“Because he’s the hero Gotham deserves, but not the one it needs right now…and so we’ll hunt him, because he can take it. Because he’s not a hero. He’s a silent guardian, a watchful protector…a dark knight “-Gordon
Apakah kita mengakhiri hidup kita dengan pilihan yang benar?
Seorang penjahat bisa mengkhiri hidupnya dengan baik? Bisa ..
Apakah seorang yang sepanjang hidupnya memperjuangkan kebaikan bisa mengakhiri hidupnya dengan pilihan yang salah dan melanggar nilai hidup yang selalu dia pegang? Mungkin saja..
Hmm jadi inget konsep Husnul khotimah dan Su’ul khotimah… ^_^ apa hayo?
Apakah kita masih mempercayai kebaikan, dan berpegang kepada kebenaran walaupun nyawa sebagai taruhan?
In a moment everything can change…
Kekecewaan, kehilangan harapan, ketakutan, dendam dan kemarahan bisa membutakan manusia dan membuatnya mengambil pilihan-pilihan yang salah..
Jadi inget dialog di ending Spiderman 3, antara Sandman dan Spidy…
Sandman berdalih dia tidak punya pilihan karena anaknya yang sakit parah, sehingga akhirnya ia merampok…
Spidy lalu berkata..(hmm lupa inggrisnya tapi seperti ini garis besarnya..)
“selalu ada pilihan, bahkan disaat semua sudah begitu menekanmu, pada akhirnya selalu ada dua pilihan yaitu melakukan yang benar atau melakukan yang salah…”
Keseimbangan..
Apa yang harus kita lakukan ketika idealisme yang kita perjuangkan membuat kita kehilangan semua yang kita miliki, termasuk orang yang kita cintai. Sampai sejauh mana sebuah idealisme bisa diperjuangkan…sampai maut merengut kita kah?
Well, film ini mungkin memberikan contoh yang terlalu ekstrim dengan kehidupan sehari-hari kita, but itu sesuatu yang patut direnungkan.
Kita diciptakan oleh Allah dengan dua peran, sebagai mahkluk individual dan sebagai makhluk sosial. Bagaimana kita bisa menjalani semua peran itu dengan baik?.Bagaimana kita menciptakan keseimbangan dalam hidup kita?. Menjalani peran kita sebagai seorang hamba, peran kita di keluarga dan peran kita di masyarakat..
Yuk kita renungkan bersama…